Getting Time...

Ratusan Siswa Khatam Al-Quran

Sabtu, 12 Juni 2010 09:05 wib
Ilustrasi: ist.
Ilustrasi: ist.
JAKARTA - Sedikitnya 115 siswa kelas VI SD Islam Al-Azhar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, khatam atau menamatkan bacaan Al-Quran. Bahkan ada di antara mereka yang khatam berulang-ulang sampai 14 kali.

Sebanyak 38 siswa yang khatam tersebut juga ada yang hafal dengan juz 30. "Sebagai bentuk apresiasi kami berikan mereka piala," ungkap Kepala Sekolah SD Islam Al-Azhar Ida Rospita. Sedangkan yang khatam memperoleh sertifikat khatam.

Ketua Panitia Khotmil Quran, Jayadi, menjelaskan kegiatan siswa ini tiada lain untuk memotivasi anak untuk membaca Al-Quran. Namun hasilnya sungguh luar biasa.  "Banyak diantara mereka yang mampu menghafalkannya juga," ungkapnya.

Acara penganugerahan dilakukan di ruang auditorium sekolah. Turut menghadiri para orang tua murid, guru, para pimpinan unit TK, SD, SMP, SMA Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading. Kebanggan juga tampak dari siswa penerima piala. "Terima kasih kepada orang tua dan guru yang telah mengajarkannya," ujar Fajar Tri salah seorang siswa penerima piala khatam.

Senada dengan Caca, siswa kelas VI B  yang mengaku bangga bisa khatam Al-Quran. "Memang awalnya saat belajar ada kesulitan, tetapi bila sudah sungguh sungguh terasa mudah dan muncul rasa bangga apalagi bisa khatam," tandasnya.
(Isfari Hikmat/Koran SI/rhs)
  • mujahidah tangguh » 0 Tanggapan
    sebaiknya seorang anak tidak hanya diajarkan untuk khatam tetapi alangkah lebih baik agar anak diajarkan juga agar mampu menghafal surah-surah yang didalamnya sekaligus mengamalkan setiap isinya karena Rasulullah SAW bersabda: "Pelajarilah Al Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Quran- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik" (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada 'Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit