Foto : okezone.com
PURWAKARTA - Pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk siswa SMA dan sederajat di Kabupaten Purwakarta dipercepat menjadi 22-26 Maret 2010. Tadinya ujian akan digelar minggu kedua April mendatang.
Dengan dipercepatnya pelaksanaan UN, berbagai persiapan dilaksanakan lebih awal seperti penyiapan tenaga pengawas dan kesiapan mental siswa menghadapi ujian. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta Deddy Effendi mengungkapkan, pelaksanaan UN dipercepat ini sudah merupakan ketentuan dari pemerintah pusat.
Persoalan bagi Disdikpora bukanlah jadwal pelaksanaannya, tetapi mental siswa sejak awal harus dipersiapkan. ”Kami terus menggenjot agar mereka (siswa) bisa menghadapi ujian tanpa beban.Saya yakin adanya siswa yang tidak lulus seperti tahun sebelumnya, bukan berarti mereka tidak mengerti soal yang dikerjakan. Tapi, akibat gugup menjawab soal. Maka itu, salah satu persiapan UN dipercepat ini, setiap sekolah harus segera mengintensifkan try out,” kata Deddy, kemarin.
Adapun pelaksanaan try out, setiap sekolah bisa mengalokasikan anggaran dari bantuan operasional sekolah (BOS) daerah. Namun, bila tidak mencukupi, memungkinkan menggalang dana partisipasi. Semakin sering try out atau bimbingan belajar lainnya bisa meningkatkan motivasi anak didik belajar lebih keras lagi.
Di samping mental dalam setiap menghadapi ujian lebih terasah. Dia menyebutkan, peserta UN 2010 terdiri atas 4.343 siswa SMP, 5.668 siswa MTs, 3.451 siswa SMA, 2.898 siswa SMK, serta 722 siswa MA.Adapun pelaksanaan pada 22- 26 Maret adalah untuk SMA dan sederajat, sedangkan SMP dan MTs digelar pada 29 Maret-1 April.
Menurut Deddy, untuk pelaksanaan tahun ini ada keringanan bagi siswa yang tidak lulus. Mereka bisa mengikuti ujian susulan, tidak seperti tahun sebelumnya yang harus ujian melalui program kejar paket. ”Ke depan kami tetap berharap, UN tidak menjadi satu-satunya standar kelulusan. Tapi, hanya sebatas standar mutu pendidikan. Sebab, dalam menentukan kelulusan itu perlu variabel-variabel lainnya,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Purwakarta Ragil Sukamto menolak pembiayaan try out dibebankan kepada orangtua siswa. Meski kegiatan tersebut berkaitan dengan persiapan UN.
”Kami juga mempertanyakan kenapa UN dipercepat,lalu kesiapan sekolah sudah sejauh mana. Saya rasa siswa sudah banyak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan biaya yang tidak sedikit. Tidak perlu lagi mereka dibebani dengan pembiayaan lain seperti try out. Kalaupun harus dilaksanakan, ya sebaiknya ditanggung pemerintah daerah,” paparnya.
(Asep Supiandi/Koran SI/rhs)