JAKARTA - Profesi bukan hanya dilihat sebagai pekerjaan, tetapi sebagai sebuah pengabdian dan panggilan dari Tuhan. Terkadang profesional hanya diukur berdasarkan nilai untung, jadi orientasinya hanya diukur pada imbalan materi, bukan tercapai pada nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Paulus Wirutomo, dalam pidatonya berjudul "Profesional yang setia dalam panggilannya", saat Wisuda Ke-VII Akademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco, di Gedung Dhanapala, Depkeu, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Dari beberapa aspek di atas, lanjut Paulus, semua pihak harus merefleksikannya dalam poin-poin sebagai berikut:
1. Semua profesi adalah panggilan,
2. Rasa terpanggil adalah berkah,
3. Rasa terpanggil harus dipupuk dan dilatih.
Bagaimana ciri-ciri orang terpanggil:
1. Dia mencintai pekerjaan, karena itu dia mengabdi pada pekerjaan tersebut,
2. Memikirkan untuk kemaslahatan masyarakat,
Dalam catatan akhir dari pidatonya, Paulus memberikan pesan yang bijak kepada wisudawan dan wisudawati. "Walaupun mendapatkan suatu reward itu penting tetapi kita dituntut untuk lebih menghargai prestasi diri kita. Seorang sekretaris tidak hanya memikirkan pekerjaannya, tetapi harus mengembangkan bakat-bakat yang diberikan oleh Tuhan," ujarnya.
"Ketika kita meninggalkan tempat pendidikan dan berusaha masuk dunia kerja, tetapi belum terpanggil jangan khawatir, secara subjektif kita akan mengembangkan sendiri rasa keterpanggilan itu," tandas Paulus.
(mbs)