www.okezone.com
news

Suara Kampus


Unair Luncurkan Bibit Vaksin Flu Burung

Selasa, 17 November 2009 - 13:00 wib
text TEXT SIZE :  

SURABAYA - Laboratorium Bio Safety Level 3 (BSL3) Avian Influenza Research Center (AIRC) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kemarin secara resmi meluncurkan pembuatan bibit vaksin (seed) flu burung (H5N1).

Peluncuran bibit vaksin ini dilakukan Wakil Presiden Boediono di Rektorat Unair Kampus C Muyorejo. Selanjutnya Unair akan mempersiapkan produksi seed vaksin H5N1 maupun H1N1 (flu babi) yang telah ditemukan lebih dulu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Setyaningsih mengatakan, proyek pembuatan vaksin ini membutuhkan dana Rp1,3 triliun. "Vaksin ini akan didistribusikan secara gratis terutama kepada orang-orang yang rawan tertular virus tersebut," tegas Endang. Dana ini, jelas dia, dialokasikan untuk empat tahun.

Setiap tahun akan diproduksi sekitar 20 juta dosis atau sepersepuluh dari jumlah penduduk Indonesia. Namun, produksi vaksin H1N1 akan didahulukan. Pada Maret 2010 vaksin ini ditargetkan sudah bisa diujicobakan. "Lalu, kita akan produksi massal pada November 2010," ungkap Endang.

Sedangkan produksi vaksin H5N1, jelas Menkes, masih bergantung kebijakan pemerintah. Jenis vaksin ini akan diproduksi melalui PT Bio Farma. Pemerintah akan membeli vaksin tersebut dari PT Bio Farma kemudian dibagikan secara gratis.

Sementara itu, Wapres Boediono mengatakan, dengan produksi ini, Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada negara lain. "Kita harus mandiri. Akibat wabah yang parah, seluruh elemen termasuk ekonomi akan terpengaruh," ucapnya.

Akibat serangan virus H1N1 dan H5N1, perekonomian juga ikut terpengaruh."Kita yang tidak tahu apa-apa juga terkena imbasnya. Itulah globalisasi," paparnya. Serangan wabah, tandas Boediono, memang tidak bisa ditolak. Namun, yang terpenting adalah bagaimana menyiapkan diri untuk menghadapinya.

"Sebagai negara tropis, kita sangat rentan dengan mutan atau virus baru. Namun, kita harus tetap berada di garda depan dalam memerangi wabah penyakit. Ini kesempatan kita untuk menguasai teknologinya," tegasnya.  (Koran SI/Koran SI/mbs)

o1 o2
o3 o4
o1 o2

Berita Lain

o3 o4