www.okezone.com
news

Suara Kampus


Daun Sambung Nyawa Hantar Mahasiswa UMY Juarai LKTI PSMKGI

Kamis, 12 November 2009 - 14:03 wib
text TEXT SIZE :  

YOGYAKARTA - Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yaitu  Mariana Ulfa, Marina Farda, Nurul Fatwawati, dan Regia Aristianto berhasil mendapatkan gelar Juara I dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam bidang kesehatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI).

Acara tersebut digelar Sabtu 7 November lalu, di Fakultas Kedokteran UMY, bertepatan dengan Dies Natalis PSMKGI ke-20.

Menurut penuturan Mariana Ulfa, mulanya mereka yang merupakan Mahasiswa jurusan Kedokteran Gigi angkatan 2006 ini tak sengaja mengikuti LKTI PSMKGI tersebut. Karya ilmiah yang mengarusutamakan Pengobatan Herbal untuk Mencegah Kanker Rongga Lidah, awalnya merupakan proposal skripsi dari miliknya. Kasus yang dibahas adalah kanker rongga lidah karena keempatnya fokus pada masalah gigi dan mulut.

"Gejala kanker rongga lidah adalah munculnya benjolan putih pada lidah, jika dibiarkan akan berbahaya, apabila sudah sampai stadium tinggi harus segera di potong," jelas Ria, sapaan akrab Mariana Ulfa.

Dia menjelaskan mengenai pengobatan herbal yang mereka angkat sebagai tema sentral untuk mengobati kanker rongga lidah, bahwa pengobatan herbal lebih mempunyai kemampuan meminimalisir efek samping di bandingkan obat yang berbahan dasar kimiawi. Keempat anak muda ini menjadikan tanaman liar sebagai bahan dasar, yaitu daun sambung nyawa.

"Bentuknya seperti kemangi, namun agak besar. Kami juga ingin memamfaatkan tanaman-tanaman liar sebagai obat yang berguna, sehingga tidak terbuang percuma," katanya.

Daun sambung nyawa tersebut diekstrak dengan menggunakan etanol kemudian akan menjadi pasta dan dicoba kepada sel-sel, bakteri dan kuman, yang menjadi pemicu kanker rongga lidah. "Percobaan hanya kita lakukan di Lab, terhadap sel, dan belum pada manusia secara langsung" ujar Ria.

Namun, mahasiswa asli Jepara ini berharap pengobatan herbal dari daun sambung nyawa ini akan bisa digunakan oleh manusia, sehingga bisa berguna untuk masyarakat.

LKTI ini dinilai oleh drg Ana Medawati, Mkes, kepala riset KG, dr Innayah Habib, MKes, dari Fakultas Kedokteran UMY, dan drg Suryono, SH, FKG UGM. Karya tulis ilmiah mahasiswa UMY ini bisa mengalahkan puluhan karya tulis di babak pertama, dan tujuh karya tulis dari UMY, UGM, dan UNMAS. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)

o1 o2
o3 o4
o1 o2

Berita Lain

o3 o4